Jumat, 08 April 2011

CARA SAYA MEMPEROLEH ANAK LAKI-LAKI




Assalaamu’alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh,

Mungkin sudah menjadi sifat dasar manusia, tidak pernah puas dengan apa yang terjadi pada atau diterima dirinya. Tapi karena hal-hal itulah dunia ini menjadi hidup dan penuh dengan dinamika serta bertambah luasnya ilmu pengetahuan.
Coba bayangkan besarnya dana (mungkin bernilai trilyun rupiah) yang beredar di seluruh dunia perhari dan berapa ribu lapangan kerja tercipta hanya karena berbagai alasan sebagian orang ingin menurunkan berat badannya, sementara sebagian yang lainnya dengan berbagai alasan pula ingin menaikan berat badannya. Sebagian lagi berusaha agar kulitnya jadi putih, sementara yang lainnya sampai jauh-jauh berwisata ke negara-negara tropis untuk berjemur dipantai agar kulitnya jadi hitam. Sebagian lagi dioperasi plastik muka serta organ tubuh lainnya agar terlihat cantik bak bidadari , sampai-sampai orang lain keheranan karena profil anak kandungnya jauh berbeda dengan profil ibunya yang cantik jelita. Dan seterusnya.....seterusnya.
Begitu juga halnya seorang teman yang menginginkan anak perempuan, berbalikan dengan saya yang menginginkan (Alhamdulillah sudah tercapai) anak laki-laki. Saya mendapatkannya relatip tanpa mengeluarkan biaya yang tinggi, maksud saya normal-normal saja.
27 tahun yang lalu anak pertama kami lahir, perempuan, tentu saja sangat menyenangkan karena anak tersebut seperti anak-anak yang lainnya lucu dan sehat.
Tapi ketika memperhatikan beberapa teman dekat dan 1 kakak kandung saya yang punya anak seluruhnya (3) perempuan, rasa khawatir timbul juga. Bagaimana tidak, kami berencana punya 2 anak saja dan tentu agar bervariasi, punya anak laki jadi target kami.
Nah mulai saat itu saya cari informasi serta artikel-artikel mengenai kehamilan dan cara dapatkan anak laki, tidak mudah karena saat itu “internet” belum dikenal.
Terus terang yang pertama saya tela’ah malah dongeng si Kabayan yang 3 kali gagal dapat anak laki-laki, walaupun vulgar seperti kebanyakan dongeng orang Sunda tapi ternyata ilmiah juga dan cara itu pula yang saya lakukan.
Bagi kita umat Muhammad SAW sudah seharusnya Al Qur’an lah yang kita jadikan narasumber primer, seperti QS dibawah ini

Qur’an Surah 53 (An Najm),
Ayat 45:
“dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan,”
Ayat 46:
“dari air mani, apabila dipancarkan.”

adalah salah satu Surah Al Qur’an yang menerangkan tentang penciptaan manusia. Nah yang saya pertanyakan adalah kenapa dari satu jenis cairan (sperma) yang dipancarkan, dapat tercipta laki-laki
atau perempuan?
Menurut artikel yang saya baca dan film yang saya pernah tonton (mohon dikoreksi apabila salah) cairan sperma/mani itu ternyata mengandung 2 macam chromosome, yaitu chromosome-X dan chromosome -Y yang berbentuk seperti kecebong atau fase awal anak katak dan hanya bisa terlihat dengan bantuan microscope. 1 cc sperma/mani berpopulasi puluhan juta 2 macam chromosome tersebut.
Chromosome-Y berpostur ramping dan gerakannya lincah, sedangkan Chromosome-X berpostur lebih gemuk dan lebih lamban gerakannya dibanding chromosome-Y, tetapi katanya relatip lebih panjang umurnya.
Adapun didalam rahim wanita yang sedang dalam masa subur biasanya hanya terdapat satu (dapat lebih dalam keadaan luar biasa) buah sel telur/ovum yang di istilahi chromosome-X.
Apabila air mani dipancarkan ke arah sel telur (seperti disebutkan QS 53, Ayat 45 & 46), maka hanya salah satu dari sekian (puluh/ratus) juta chromosome-X atau Y yang akan bersatu (kawin) dengan sel telur tersebut.
Setelah “perkawinan” tersebut terjadi, maka sekian (puluh/ratus) juta (kurang satu) “chromosome sperma” lainnya jadi bujangan abadi sampai wafatnya, kasihan ya (tidak ada poliandri ataupun poligami dikalangan mereka).
Apabila salahsatu “chromosome-X sperma” yang beruntung mengawini satu-satunya “chromosome-X ovum”, maka akan tercipta janin perempuan, sedangkan bila “chromosome-Y sperma” kawin dengan “chromosome-X ovum” akan berproses menjadi janin laki-laki.
Jadi sudah seharusnya kita (baik laki-laki maupun perempuan) bersyukur karena Anda adalah satu-satunya “pemenang” dari sekian juta/milyar pesaing Anda.
Dari pengetahuan yang terbatas itulah saya menyimpulkan bahwa kita diberiNya peluang dan harapan untuk memperoleh anak dengan jenis kelamin seperti yang kita inginkan.
Tapi karena kemungkinan yang dikaruniakanNya tersebut sangat kecil bahkan hampir mustahil, disinilah kita di “paksa” untuk mengakui Alloh SWT itu “Esa” dan hanya kepadaNya kita harus menyembah dan mohon pertolongan.
Atas anjuran dari atikel lainnya, lebih dari setahun sebelum alat kontrasepsi istri dilepas (saya berencana punya anak  dengan selisih usia 4 tahun), saya tidak bersedia lagi bantu istri mengerjakan pekerjaan-pekerjaan perempuan dan selalu menyelesaikan masalah keluarga tanpa berkonsultasi dengan istri, serta berperilaku seolah-olah karier saya sedang meningkat. Pokoknya buatlah istri kita “sebel” sekaligus “bangga” dengan suaminya, ini dilakukan agar “vagina” istri kita lebih permissive terhadap “chromosome-Y” daripada terhadap “chromosome-X” sperma suaminya. Juga agar populasi “chomosome-Y” jadi jauh lebih besar dibanding populasi “chromosome-X” pada sperma suami.
Seperti yang dilakukan oleh si “Kabayan”, setelah alat kontrasepsi istri dilepas saya “bercinta” normal-normal saja, tapi ketika ejakulasi “sperma”nya saya pancar/lepaskan sejauh mungkin dari “ovum” istri saya . Tentu saja saya berharap dengan cara tersebut agar “chromosome-Y sperma” yang jauh lebih lincah dan populasinya jauh lebih besar dibanding “chromosome-X sperma” saya akan memenangkan pertandingan “sprint” tersebut.
Sekarang setelah 27 tahun istri (hampir tanpa saya yang laki-laki) mengurus mereka dengan susah payah, Alhamdulillah anak pertama kami (perempuan) jadi SD dan anak kedua (laki-laki) jadi SE dari 2 perguruan tinggi negeri terkenal di Bandung dan dua-duanya sudah bekerja. Sekarang kami sedang asyik-asyiknya mengurus anak (bonus) ketiga yang lahir 8 tahun kemudian setelah anak kedua, masih kelas-1 SMU dan perempuan (tuh kaaaan).
Terbersit juga rasa bangga bila usaha dan keinginan kita dikabulkanNya, apalagi paling tidak ada 3 rekan saya yang berhasil setelah mengikuti cara-cara yang saya lakukan, dua anak pertama mereka seluruhnya perempuan.

Wassalaam Warahmatullohi Wabarokatuh
Tatan Sontani

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar